Pemkab Lamtim Antisipasi Campak dan Rubella

18 Jul 2018 95
Pemkab Lamtim Antisipasi Campak Dan Rubella

Sukadana (KOMINFO LAMTIM) - Dalam rangka persiapan kampaye Lindungi buah hati dari bahaya penyakit  Campak dan Rubella, Pemerintah kabupaten Lampung Timur bersama Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengadakan Rapat persiapan Kampanye dari bahaya penyakit  Campak dan Rubella, rapat dilaksankan di ruang Sekdakab, yang dipimpin oleh Asisten 3 Wanruslan Abdul Ghani, selanjutnya dari Provinsi dihadiri oleh Dr. Anita Andriani, dari UNICEF Hj.Titi Sari Renawati, S.Ag, Msc.ph dari Dinas Kominfo Ali Akbar, S.E.,MM, Dinas Kesehatan Sartono, Dinas Pendidikan dan Kemenag Masturi. Rabu (18/07)

Diungkapkan  Dr. Anita Andriani mengatakan "bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Lampung akan melakukan kampanye imunisasi MR yang akan di lakukan dalam dua tahap, tahap pertama pada bulan Agustus yang akan dilakasanakan di Skolahan. Tahap kedua di bulan September di fasilitas Kesehatan (Puskesmas, Posyandu), selain itu di jelaskan bahwa penyakit Campak dan Rubella dapat menyebabkan
Penyakit infeksi yang menular melalui saluran pernapasan yang disebapkan oleh virus Campak dan Rubella. Anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi Campak dan Rubella berpotensi tinggi tertular penyakit ini. Disisi lain dampak bahaya penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang Paru-paru (Pneumonia) radang otak (ensefalitis) kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Sedangkan penyakit Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan". ungkap Dr. Anita Andriani.

Masih ditambahkan Dr. Anita Andriani Mengatakan "bahwa gejala penyakit Campak dapat mengakibatkan demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitas). Selain itu Gejala penyakit Rubella  tidak spesifik, bahkan bias tanpa gejala, gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri persendian". Dr. Anita Andriani

Sementata menurut Asisten 3 Wanruslan Abdul Ghani mengatakan "untuk Dinas atau Instansi yang bersangkutan agar mensosialisikan bahaya penyakit  Campak dan Rubella kepada Masyarakat, berdasarkan keputusan Menteri  Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/191/2017 tanggal 11 April 2017 telah menetapkan pembentukan kelompok kerja Nasional Eliminasi Campak dan Rubela (Congenital Rubella Syndrome) yang bertugas menyelenggarakan secara menyeluruh kegiatan catch up campaign vaksin MR, introduksi vaksin MR dan tahap pemeliharaan menuju dan mempertahankan setatus eliminasi Campak". Pungkas  Wanruslan Abdul Ghani

(Kholik/Lutfy)

Lampung Timur

Social Links