Bupati Dawam Ajak Masyarakat Lamtim Meneruskan Perjuangan KH Ahmad Hanafiah Dalam membangun Daerah

Sukadana (KOMINFO LAMTIM) - Bupati Lamtim M Dawam Rahardjo di dampingi Wakil Bupati Lamtim Azwar Hadi menghadiri acara Tasyakuran atas Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada KH Ahmad Hanafiah. Acara yang berlangsung di kediaman KH Ahmad Hanafiah, kamis (16/11/2023). 

Turut hadiri pada acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Kadis Sosial Provinsi Lampung, Ketua Partai Demokrat Lampung, Bupati Lamtim 2018-2020 Zaiful Bokhari,  Sekda Lamtim, Kepala Kemenag, para Kepala OPD, asisten, Para Anggota DPRD Lampung dan Lamtim, Ketua PWI Lamtim, kades se Kecamatan Sukadana, Tokoh Adat, agama, pemuda, Stakeholder terkait dan ratusan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Dawam juga menegaskan bahwa penganugerahan gelar pahlawan nasional ini bukan sekadar penghargaan formal, tetapi juga momentum untuk merenung dan mengambil inspirasi dari perjalanan hidup almarhum.

"KH Ahmad Hanafiah telah meninggalkan warisan berupa semangat keberagaman, keteladanan, dan ketulusan dalam berjuang. Semua ini harus menjadi inspirasi bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk meneruskan perjuangan dan membangun daerah ini dengan semangat kebersamaan," tegasnya.

Bupati M Dawam Rahardjo juga mengajak seluruh masyarakat Lampung Timur untuk bersatu dan bekerja sama dalam meneruskan misi kebaikan yang diterapkan oleh KH Ahmad Hanafiah.

"Dengan semangat gotong-royong dan cinta tanah air, mari kita bahu membahu membangun Lampung Timur yang lebih baik dan damai," kata Dawam

Eddy Irawan Arif mewakili tuan rumah mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas penghargaan yang diberikan kepada KH Ahmad Hanafiah.

"Beliau adalah sosok yang telah berjasa besar dalam memajukan kesejahteraan masyarakat dan keberagaman di wilayah ini. Gelar pahlawan nasional adalah penghormatan yang patut bagi dedikasinya," ucapnya.

Eddy melanjutkan KH Ahmad Hanafiah hidup pada masa penjajahan tetapi dengan kemampuannya dirinya terpanggil untuk ikut mempertahankan wilayahnya.

"Semoga kita bisa mentauladani sikap tanggung jawab KH. Ahmad Hanafiah terutama dalam sikap kepemimpinannya," kata Eddy.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin, mengungkapkan rasa bangga dan terharu atas penghargaan yang diberikan kepada almarhum dan tidak menutup kemungkinan IAIN Jurai Siwo Metro akan berubah nama menjadi UIN KH. Ahmad Hanafiah.

"Beliau adalah tokoh ulama besar yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang agama dan pendidikan. Penganugerahan gelar pahlawan nasional ini adalah bentuk pengakuan atas dedikasi dan perjuangannya," ujarnya.

Wan Jamaluddin menegaskan bahwa warisan pemikiran dan semangat perjuangan KH Ahmad Hanafiah akan terus dijaga dan diteruskan di lingkungan kampus.

"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan nilai-nilai keilmuan dan keagamaan yang menjadi legacy beliau. Gelar pahlawan ini menjadi pendorong semangat kami untuk melanjutkan perjuangan dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak," katanya.

Gubernur dalam sambutan yang disampaikan Kadis Sosial Lampung Aswarodi, menjelaskan setelah melewati proses yang panjang akhirnya Presiden Jokowi mengeluarkan Keppres nomor : 115/TK/Tahun 2023 tentang penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada KH Ahmad Hanafiah.

"Atas nama pemerintah Provinsi Lampung mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat didalam memperjuangkan gelar pahlawan untuk KH Ahmad Hanafiah, semoga bisa menjadi menjadi semangat bagi kita untuk bekerja lebih baik lagi terutama dalam melayani masyarakat," ujar Aswarodi.

Dia melanjutkan, Acara tasyakuran ini tidak hanya sebagai penghormatan kepada almarhum, tetapi juga sebagai momen untuk bersatu dalam semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

"Semua pihak sepakat untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai luhur yang ditinggalkan oleh KH Ahmad Hanafiah demi kebaikan Lampung Timur yang lebih baik," katanya.

(**).