KPAI Turun ke Desa Migran Emas Sumbergede, Lampung Timur Perkuat Perlindungan Anak PMI
Lampung Timur (KOMDIGI LAMTIM) – Suasana hangat dan penuh semangat terlihat di Balai Desa Sumbergede, Kecamatan Sekampung, Kamis (21/5/2026), saat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pengawasan implementasi kebijakan perlindungan dan pemenuhan hak anak dalam Program Desa Migran Emas.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Timur untuk memperkuat perlindungan terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya mereka yang ditinggalkan orang tua bekerja di luar negeri.
Hadir dalam kegiatan itu Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Komisioner KPAI Ai Rahmayanti, Plt Kepala Dinas PMD Mohammad Ridwan, Plt Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Melya Dewi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Marsan, Dinas PP3AP2KB, Forkopimcam, pemerintah desa, kader perlindungan anak, hingga pelaku UMKM setempat.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan anak-anak PMI tetap mendapatkan hak perlindungan, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan potensi diri.
“Anak-anak PMI harus tetap merasa aman, nyaman, dan mendapat perhatian penuh meski orang tuanya bekerja di luar negeri. Mereka adalah generasi masa depan yang wajib kita jaga bersama,” ujar Ela.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Ela juga menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak PMI yang aktif mengikuti kegiatan di perpustakaan desa. Menurutnya, semangat anak-anak itu menjadi bukti bahwa lingkungan yang mendukung mampu membangun karakter dan optimisme mereka.
“Saya melihat sendiri anak-anak kita luar biasa. Mereka tetap aktif, kreatif, dan semangat mengikuti kegiatan positif. Ini harus terus kita dukung,” katanya.
Ela berharap Program Desa Migran Emas yang dijalankan Desa Sumbergede dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Lampung Timur, khususnya wilayah kantong pekerja migran.
“Kami ingin program seperti ini bisa diterapkan di desa-desa lain. Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan terhadap perlindungan anak-anak PMI,” tegasnya.
Menurut Ela, perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak perempuan PMI yang masih menempuh pendidikan agar terhindar dari berbagai risiko sosial.
“Mereka harus dipastikan keamanan, kesehatan, pendidikan, dan kenyamanannya. Anak-anak kita harus merasa aman berada di rumahnya sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Komisioner KPAI Ai Rahmayanti mengatakan kunjungan ke Desa Sumbergede merupakan bagian dari fungsi pengawasan KPAI terhadap implementasi perlindungan anak pekerja migran di tingkat desa.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana perlindungan anak dijalankan di lapangan. Anak-anak pekerja migran membutuhkan perhatian serius agar hak-haknya tetap terpenuhi, baik dari sisi pengasuhan, pendidikan maupun perlindungan sosial,” kata Ai.
Ia juga mengapresiasi sambutan hangat masyarakat dan pemerintah daerah, termasuk prosesi adat yang dinilainya mencerminkan kuatnya budaya gotong royong di Lampung Timur.
Plt Kadis PMD Mohammad Ridwan menyebut kegiatan itu menjadi ruang bersama untuk memperkuat tata kelola perlindungan anak PMI secara berkelanjutan.
“Momentum ini sangat penting agar kita memahami bagaimana perlindungan anak berjalan dari hulu sampai hilir. Anak-anak PMI membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak,” ujarnya.
Ridwan juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian Desa Sumbergede yang sebelumnya berhasil meraih Juara II Nasional dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
“Prestasi itu harus diiringi implementasi nyata di lapangan, terutama dalam perlindungan perempuan dan anak,” tambahnya.
Dari sisi ekonomi, Plt Kadis Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Melya Dewi menilai penguatan ekonomi keluarga menjadi salah satu kunci perlindungan anak PMI.
Menurutnya, banyak warga memilih bekerja ke luar negeri karena faktor ekonomi. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan UMKM, koperasi, dan industri rumahan agar keluarga PMI memiliki kemandirian ekonomi.
“Kalau ekonomi keluarga kuat, maka pengasuhan anak juga akan lebih stabil. Anak-anak bisa tumbuh dengan dukungan pendidikan dan kesehatan yang layak,” jelas Melya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Marsan. Ia menegaskan sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang aman bagi anak-anak PMI.
“Kita tidak ingin ada anak pekerja migran di Lampung Timur yang putus sekolah akibat kurangnya pengawasan atau motivasi. Sekolah harus menjadi tempat yang aman sekaligus membentuk karakter anak,” ujarnya.
Marsan menambahkan pihaknya siap bersinergi bersama KPAI dan perangkat daerah lainnya dalam membangun sistem perlindungan anak berbasis sekolah dan komunitas.
Sementara itu, Kabid Dalduk Dinas PP3AP2KB Rudi Susanto menekankan pentingnya penguatan pola pengasuhan dan ketahanan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak PMI.
“Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor dalam perlindungan anak pekerja migran di Lampung Timur, khususnya Desa Sumbergede sebagai desa percontohan nasional,” pungkasnya.
(**).Berita Detail
- Category: Berita
- Client: Admin
- Project date: 21-05-2026
- Project Views: 656 views
Categories
Recent News
- RELAS PANGGILAN SIDANG PENGADI ...
- Bantuan Pangan Februari–Mare ...
- Bupati Ela Hadiri Rakor Nasion ...
- Wabup Azwar Hadi Tekankan Peng ...
- Lampung Timur Ikuti Peresmian ...
- Wabup Lampung Timur Terima Aud ...
- Lampung Timur Canangkan Sensus ...
- Jelang Idul Adha 1447 H, Pemka ...
- RELAS PANGGILAN SIDANG PENGADI ...
