Musrenbang Inklusif Disabilitas Lampung Timur, Ruang Aspirasi Warga untuk Pembangunan yang Lebih Setara

LAMPUNG TIMUR (KOMDIGI LAMTIM) – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur membuka ruang lebih luas bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, untuk menyampaikan aspirasi pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Inklusif Disabilitas. Kegiatan ini digelar di Lapangan Merdeka, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kamis (23/4/2026), dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur.

Sebanyak 120 penyandang disabilitas dari berbagai kecamatan hadir langsung dalam forum tersebut untuk menyampaikan gagasan, kebutuhan, serta harapan mereka terhadap pembangunan daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Rustam Effendi, mengatakan bahwa Musrenbang inklusif menjadi langkah penting agar pembangunan daerah benar-benar melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Musrenbang inklusif ini memiliki makna yang sangat penting karena merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan satu kelompok masyarakat, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujar Rustam.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus memastikan adanya kesetaraan akses, kesempatan, dan partisipasi bagi semua warga.

“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kesetaraan akses, kesempatan, dan partisipasi bagi semua,” tegasnya.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa Musrenbang Inklusif Disabilitas merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan suara masyarakat, termasuk kelompok rentan, menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang ramah disabilitas. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berdaya, dan terlibat dalam pembangunan daerah,” ujar Bupati Ela.

Ia juga menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar yang harus diberi ruang dan dukungan.

“Penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang harus dipinggirkan. Mereka memiliki potensi, kreativitas, dan kemampuan yang luar biasa. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka mendapatkan akses, kesempatan, dan dukungan yang setara,” tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar *Eco Fest Disabilitas*, yang menjadi ruang bagi para penyandang disabilitas untuk menampilkan kreativitas dan karya mereka.

Rustam Effendi mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berkarya dan berkontribusi bagi daerah.

“Eco Fest Disabilitas yang kita selenggarakan hari ini menjadi ruang ekspresi kreativitas dan pemberdayaan. Ini adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berkarya, berkontribusi, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun daerah yang inklusif.

“Saya mengajak seluruh perangkat daerah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat luas untuk terus memperkuat sinergi dan berkolaborasi. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata dalam membangun Lampung Timur yang lebih ramah disabilitas, berdaya saing, dan sejahtera,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, pemerintah daerah berharap forum Musrenbang inklusif ini dapat menghasilkan berbagai masukan konstruktif dari masyarakat yang nantinya menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi seluruh warga Lampung Timur.

(**).